Minggu, 01 Juli 2012

Tahapan dalam BK Kelompok

TAHAPAN DALAM BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK
 Tahap Pembentukan Pengenalan dan pengungkapan tujuan Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap perlibatan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin di capai baik oleh masing-masing, sebagian maupun seluruh anggota.  Terbangunnya kebersamaan Dalam keadaan seperti ini peranan utama pemmimpin kelompok ialah merasang dan dan memantapkan keterlibatan orang-orang baru itu dalam suasana kelompok yang diinginkan. Keaktifan pemimpin kelompok Peranan pemimpin kelompok dalan tahap pembentukan hendaknya benar-benar aktif. Beberapa teknik Ada beberapa teknik yang dapat digunakan oleh pemimpin kelompk dalam tahap ini. Jika keterbukaan dan keikutsertaan para anggota itu dapat cepat tumbuh dan berkembang, mungkin teknik-teknik ini tidak perlu dipergunakan. Tujuan 1. Anggota memaknai pengertian dan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Timbulnya suasan kelompok. 3. Timbulnya minat anggota mengikuti kegiatan kelompok. 4. Timbulnya saling mengenal, percaya, menerima, dan membantu di antara para anggota. 5. Tumbhnya suasana bebas dan terbuka. 6. Dimulainya pembahasan tentang tingkah laku dan perasaan dalam kelompok. Kegiatan 1. Mengungkapkan pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Menjelaskan (a) cara-cara, dan (b) asas-asas kegiatan kelompok. 3. Saling memperkenalkan dan mengungkapkan diri. 4. Teknik khusus. 5. Permainan penghatan/pengakraban. Peran pemimpin kelompok 1. Menampilkan doa dalam mengawali kegiatan. 2. Menampilkan diri secara utuh dan terbuka. 3. Menampilkan penghormatan keapda orang lain, hangat, tulus, bersedia membantu dan penuh empati. 4. Sebagai contoh. Tahap Peralihan Setalah suasana kelompok terbentuk dan dinamika kelompok sudah mulai tumbuh, kegiatan kelompok hendaknya di bawa lebih jauh oleh pemimpin kelompok menuju kegiatan kelompok yang sebenarnya. Tahap peralihan terdiri dari  Suasana kegiatan  Suasana ketidakseimbangan  Jembatan antara tahap I dan tahap III Tujuan 1. Terbebaskannya anggota dari perasaan atau sikap enggan, ragu, malu atau saling tidak percaya untuk memasuki tahap berikutnya. 2. Makin mantapnya suasana kelompok dan kebersamaan. 3. Makin mantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok. Kegiatan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan di tempuh. 2. Menawarkan sambil mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya (tahap ketiga). 3. Membahas suasana yang terjadi. 4. Meningkatakan kemampuan keikutsertaan anggota. 5. Kalau perlu kembali ke beberapa aspek tahap pertama (tahap pembukaan). Peranan pemimpin kelompok 1. Menerima suasana yang ada secara sabar dan terbuka. 2. Tidak menggunakan cara-cara yang bersifat langsung atau mengambil alih kekuasaan atau permasalahan. 3. Mendorong di bahasnya suasana perasaaan. 4. Membuka diri, sebagai contoh, dan penuh empati. Tahap Kegiatan Tahap ini ialah tahap inti kegiatan kelompk, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian sekasama dari pemimpin kelompok dan mendapatkan alokasi waktu yang besar.  Tahap ini sebagai kelanjutan tahap I dan II, dalam tahap ini adanya hubungan antar anggota kelompok tumbuh dengan baik, saling tukar pengalaman dan bidang suasana perasaan yang terjadi, pengutaraan, penyajian, dan pembukaan diri berlangsung dengan bebas.  Dinamika kelompok, sekarang kelompok benar-benar sedang mengarah pada pencapaian tujuan. Kelompok itu sedang berusaha menghasilkan sesuatu yang berguna bagi para anggotanya.  Kegiatan “kelompok bebas” • Pengemukaan permasalahaan • Pemilihan masalah/topik • Pembahasan masalah/topik  Kegiatan “kelompok tugas” • Mengemukakan permasalahan • Tanya jawab tentang permasalahan yang diajukan • Pembahasan  Kegiatan “pembahsan masalah klien” • Peserta dapat mengemukakan masalah pribadi • Menyelesaikan masalah tersebut dengan keikutsertaan anggota kelompok. a. Kelompok bebas Tujuan 1. Terungkapnya hanya secara bebas topik yang dirasakan, dipikirkan atau dialami oleh anggota kelompok 2. Terbahasnya topik secara mendalam dan tuntas. 3. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahsan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. Kegiatan 1. Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan topik bahsan. 2. Menetapkan topik yang akan di bahas terdahulu. 3. Anggota mambahas topik secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Memberikan dorongan dan penguatan serta penuh empati. b. Kelompok tugas Tujuan 1. Terbahasnya topik-topik yang ditugaskan secara mendalam dan tuntas 2. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran atau perasaan. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk di bahas oleh kelompok 2. Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas yang dikemukakan pemimpin kelompok. 3. Anggota membahas topik tersebut secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. c. Pembahasan masalah konseli Tujuan 1. Terbahasnya dan terentaskannya masalah konseli) yang menjadi anggota kelompok). 2. Ikut sertanya seluruh anggota kelompok dalam menganalisis masalah konseli serta mencari jalan keluar dan pengentasannya. Kegiatan 1. Setiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mandapatkan bantuan kelompok untuk pengentasannya. 2. Kelompok memilih masalah mana yang hendak di bahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst. 3. Konseli (anggota kelompok yang masalahnya di bahas) memberikan gambaran yang lebih rinci masalah yang dialaminya. 4. Seluruh anggota kelompok ikut serta membahas masalah konseli melalui berbgai cara, seperti bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan pengalaman pribadi, menyarankan. 5. Konseli setiap kali diberikan kesempatan untuk merespon apa-apa yang ditampilkan oleh rekan-rekan kelompok. 6. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Mendorong, menjelaskan, memberikan penguatan, menjembatani, mensinkronisasi, memberi contoh, (serta, jika perlu melatih konseli) dalam rangka mendalami permasalahan konseli dan mengentaskannya. Tahap Pengakhiran Jelaslah bahwa kegiatan suatu kelompok tidak dapat berlangsung terus menerus tanpa berhenti, setelah kegiatan kelompok memuncak pada tahap III, kegiatan kelompok ini menurun, dan selanjutnya kelompok akan mengakhiri kegiatannya pada saat yang di anggap tepat. Tahap pengakhiran terdiri dari :  Frekuensi pertemuan  Pembahsan keberhasilan kelompok Tujuan 1. Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang pelaksanaan kegiatan. 2. Terungkapnya hasil kegiatan kelompok yang telah di capai. 3. Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut. 4. Tetap dirasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan meskipun kegiatan berakhir. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera berakhir 2. Pemimpin kelompok dan anggota kelompok engemukakan kesan dan hasil kegiatan. 3. Membahas kegitan lanjutan 4. Mengemukakan pesan dan harapan. Peranan pemimpin kelompok 1. Tetap mengusahakan suasana hangat, bebas dan terbuka. 2. Memberikan pernyataan dan mengucapankan terima kasih atas keikutsertaan anggota. 3. Memberikan semangat untuk kegiatan lebih lanjut. 4. Penuh rasa persahabatan dan empati. 5. Memimpin doa dan mengakhiri kegiatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar