Ku bukan yang dulu Datang penuh rindu Hadir dengan senyumku Menggenngam dengan kehangatanku Luka yang kau torehkan Buat cintaku berubah haluan Sakit hati yang kau goreskan Bawa cintaku karam di lautan Telah pudar warna cintaku Terhempas sang bayu Layu bunga rinduku Terpanggang api cemburu Ku tak ingin kita bersama Mendayung lagi perahu cinta Cintaku tak seperti dulu kala Tak seindah pelangi jingga..mmm by: andre klo da yg mau berteman...hubungin no ni ea.. 083180164202 email: andre_caver@yahoo.com add ea..
Minggu, 01 Juli 2012
DATANG PENUH RINDU u bukan yang dulu Datang penuh rindu Hadir dengan senyumku Menggenngam dengan kehangatanku Luka yang kau torehkan Buat cintaku berubah haluan Sakit hati yang kau goreskan Bawa cintaku karam di lautan Telah pudar warna cintaku Terhempas sang bayu Layu bunga rinduku Terpanggang api cemburu Ku tak ingin kita bersama Mendayung lagi perahu cinta Cintaku tak seperti dulu kala Tak seindah pelangi jingga..mmm by: andre klo da yg mau berteman...hubungin no ni ea.. 083180164202 email: andre_caver@yahoo.com add ea..
BK Kelompok
BK KELOMPOK
Nama :Siti Pebrianti
Kelas: 4 F
NPM: 1110500144
1. Jelaskan perbedaan bimbingan kelompok dan konseling kelompok
2. Dalam tahapan konseling kelompok,uraikan apa saja yang dilakukan oleh pemimpin kelompok pada masing masing tahap (pembentukan ,peralihan,kegiatan dan pengakhiran)
3. Uraikan sikap - sikap pemimpin kelompok
Jawaban
1.
Aspek Bimbingan Kelompok Konseling kelompok
fungsi Pembahasan masalah atau topik topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagipara anggota kelompok.Jumlah anggota 10-15 Pembahasan dan pemecahan masalah pribadi yang dialami oleh masing masing anggota kelompok.jumlah anggota -+10
Peranan anggota Aktif membahas permasalahan atau topik umum tertentu serta berpartisipasi aktif dalamdinamika interaksi sosial Aktif membahas permasalahan atau topik umum tertentu serta berpartisipasi aktif dalamdinamika interaksi sosial
Suasana interaksi Interaksi multi arah,mendalam banyak melibatkan aspek kognitif Interaksi multi arah dan tuntas dengan melibatkan aspek kognitif,afektif dan aspek aspek kepribadian lainnya
Sifat isi pembicara Umum serta tidak rahasia Pribadi dan rahasia
Lama dan frekuensi kegiatan Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat perubahan dan pendalaman masalah atau topik Kegiatan berkembang sesuai dengan tingkat pendalaman dan penuntasan pemecahan masalah
Evaluasi dampak Pemahaman dan dampak kegiatan anggota Sejauh mana anggota yang masalah pribadinya dibahas merasa mendapatkan alternatif pemecahan masalahnya
2
Tahap Pembentukan
Membina hubungan baik
• Saling mngenal
• Penerimaan kehadiran orang lain
• Saling mempercayai
• Kehangatan
Usaha melibatkan dir
• Menjelaskan pengertian bimbingan kelompok
• Tujuan Bimbingan Kelompok
• Manfaat Bimbingan Kelompok
• Aspek psikologis (komunikasi,konflik,kerjasama,keterbukaan ,kecemasan dll)
Norma Kelompok
• Azaz bimbingan kelompok ex(keterbukaan,kerahasiaan,kenormatipan dan keyakinan)
• Tata cara/aturan main dalam BKP dan KKP
Penggalian Ide dan Perasaan
• Menggali ide ide dan perasaan – perasaan
• Usul usul ditampung
• Perasaan yang masih mengganjal perlu diungkapakan sebelum dilanjutkan pada langkah sebelumnya
• Untuk menjaga rasa positifanggota terhadap kelompok
Tahap Peralihan
Hal yang mungkin timbul
• Ketegangan,resah,tertekan,ketidakseimbangan,penolakan,konfirmasi,keraguan,kecemasan,pertentangan,pertahanan,konflik
• Konselor peka hubungan pribadi
• Mengingatkan kembalali,pengertian,tujuan,norma KKP dan pemberian kesempatan untuk mengajukan pendapat
Tahap Kegiatan
• Menghilangkan keraguan dan membuka diri
• Adanya interaksi anggota dan meningkat
• Konselor sebagai pengamat dan fasilitator
• Bebas dan nyaman mencoba menyampaikan pebndapat
• Keterbukaan diri sendiri dan orang lain
• Penerimaan
• Saling percaya
• Kohesifitas
• Aktif
• Menyadari nilai nilai kelompok
Tahap Pengakhiran
Langkah langkah penghentian
1. Orientasi kapan kelompok akan berakhir
2. Ringkasan pembahasan ulang
3. Merefleksikan pengalaman
4. Memproses kenangan
5. Mengevaluasi yang telah dipelajari
6. Menyatakan perasaan
7. Mengenali dan memahami diri sendiri
8. Dukungan menawarkan perubahan
9. Mengkonsolidasikan hasil
10. Membuat keputusan perilaku
11. Perasaan kehilangan ,sedih,berpisah dicampur harapan,kesenangan dan penyelesaian
3.
Gross dan capuzzi ( 1991)
Peran pemimpin kelompok :
1. PROVIDING (Pemeliharaan)
2. PROCESSING (Pemprosesan)
3. CATALIZING (Penyaluran)
4. DIRECTING (Pengarahan)
Providing=Berarti konselor berperan sebagai pemelihara hubungan dan atmosfer/ iklim kelompok
Misalnya :dorongan, semangat, kehangatan, penerimaan, ketulusan dan perhatian.
Procesing=Peran konselor sebagai pihak yang memberikan penjelasan makna tiap-tiap proses.
Misalnya:
Memberikan ekplorasi, klarifikasi, interpretasi,kerangka kerja perubahan, mewujudkan perasaan dan pengalamannya dalam gagasannya.
Catalizing=Peran konselor sebagai pihak yang mendorong interaksi dan mengekpresikan emosi, menjelaskan
Misalnya: menggali perasaan, mengkonfrontasi, memberikan model
Directing=Peran konselor dalam mengarahkan proses konseling
Misalnya: membatasi topik, peran, tujuan, waktu,menghentikan proses, menegasakan prosedur
Tahapan dalam BK Kelompok
TAHAPAN DALAM BIMBINGAN KONSELING KELOMPOK
Tahap Pembentukan Pengenalan dan pengungkapan tujuan Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap perlibatan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin di capai baik oleh masing-masing, sebagian maupun seluruh anggota. Terbangunnya kebersamaan Dalam keadaan seperti ini peranan utama pemmimpin kelompok ialah merasang dan dan memantapkan keterlibatan orang-orang baru itu dalam suasana kelompok yang diinginkan. Keaktifan pemimpin kelompok Peranan pemimpin kelompok dalan tahap pembentukan hendaknya benar-benar aktif. Beberapa teknik Ada beberapa teknik yang dapat digunakan oleh pemimpin kelompk dalam tahap ini. Jika keterbukaan dan keikutsertaan para anggota itu dapat cepat tumbuh dan berkembang, mungkin teknik-teknik ini tidak perlu dipergunakan. Tujuan 1. Anggota memaknai pengertian dan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Timbulnya suasan kelompok. 3. Timbulnya minat anggota mengikuti kegiatan kelompok. 4. Timbulnya saling mengenal, percaya, menerima, dan membantu di antara para anggota. 5. Tumbhnya suasana bebas dan terbuka. 6. Dimulainya pembahasan tentang tingkah laku dan perasaan dalam kelompok. Kegiatan 1. Mengungkapkan pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Menjelaskan (a) cara-cara, dan (b) asas-asas kegiatan kelompok. 3. Saling memperkenalkan dan mengungkapkan diri. 4. Teknik khusus. 5. Permainan penghatan/pengakraban. Peran pemimpin kelompok 1. Menampilkan doa dalam mengawali kegiatan. 2. Menampilkan diri secara utuh dan terbuka. 3. Menampilkan penghormatan keapda orang lain, hangat, tulus, bersedia membantu dan penuh empati. 4. Sebagai contoh. Tahap Peralihan Setalah suasana kelompok terbentuk dan dinamika kelompok sudah mulai tumbuh, kegiatan kelompok hendaknya di bawa lebih jauh oleh pemimpin kelompok menuju kegiatan kelompok yang sebenarnya. Tahap peralihan terdiri dari Suasana kegiatan Suasana ketidakseimbangan Jembatan antara tahap I dan tahap III Tujuan 1. Terbebaskannya anggota dari perasaan atau sikap enggan, ragu, malu atau saling tidak percaya untuk memasuki tahap berikutnya. 2. Makin mantapnya suasana kelompok dan kebersamaan. 3. Makin mantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok. Kegiatan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan di tempuh. 2. Menawarkan sambil mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya (tahap ketiga). 3. Membahas suasana yang terjadi. 4. Meningkatakan kemampuan keikutsertaan anggota. 5. Kalau perlu kembali ke beberapa aspek tahap pertama (tahap pembukaan). Peranan pemimpin kelompok 1. Menerima suasana yang ada secara sabar dan terbuka. 2. Tidak menggunakan cara-cara yang bersifat langsung atau mengambil alih kekuasaan atau permasalahan. 3. Mendorong di bahasnya suasana perasaaan. 4. Membuka diri, sebagai contoh, dan penuh empati. Tahap Kegiatan Tahap ini ialah tahap inti kegiatan kelompk, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian sekasama dari pemimpin kelompok dan mendapatkan alokasi waktu yang besar. Tahap ini sebagai kelanjutan tahap I dan II, dalam tahap ini adanya hubungan antar anggota kelompok tumbuh dengan baik, saling tukar pengalaman dan bidang suasana perasaan yang terjadi, pengutaraan, penyajian, dan pembukaan diri berlangsung dengan bebas. Dinamika kelompok, sekarang kelompok benar-benar sedang mengarah pada pencapaian tujuan. Kelompok itu sedang berusaha menghasilkan sesuatu yang berguna bagi para anggotanya. Kegiatan “kelompok bebas” • Pengemukaan permasalahaan • Pemilihan masalah/topik • Pembahasan masalah/topik Kegiatan “kelompok tugas” • Mengemukakan permasalahan • Tanya jawab tentang permasalahan yang diajukan • Pembahasan Kegiatan “pembahsan masalah klien” • Peserta dapat mengemukakan masalah pribadi • Menyelesaikan masalah tersebut dengan keikutsertaan anggota kelompok. a. Kelompok bebas Tujuan 1. Terungkapnya hanya secara bebas topik yang dirasakan, dipikirkan atau dialami oleh anggota kelompok 2. Terbahasnya topik secara mendalam dan tuntas. 3. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahsan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. Kegiatan 1. Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan topik bahsan. 2. Menetapkan topik yang akan di bahas terdahulu. 3. Anggota mambahas topik secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Memberikan dorongan dan penguatan serta penuh empati. b. Kelompok tugas Tujuan 1. Terbahasnya topik-topik yang ditugaskan secara mendalam dan tuntas 2. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran atau perasaan. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk di bahas oleh kelompok 2. Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas yang dikemukakan pemimpin kelompok. 3. Anggota membahas topik tersebut secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. c. Pembahasan masalah konseli Tujuan 1. Terbahasnya dan terentaskannya masalah konseli) yang menjadi anggota kelompok). 2. Ikut sertanya seluruh anggota kelompok dalam menganalisis masalah konseli serta mencari jalan keluar dan pengentasannya. Kegiatan 1. Setiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mandapatkan bantuan kelompok untuk pengentasannya. 2. Kelompok memilih masalah mana yang hendak di bahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst. 3. Konseli (anggota kelompok yang masalahnya di bahas) memberikan gambaran yang lebih rinci masalah yang dialaminya. 4. Seluruh anggota kelompok ikut serta membahas masalah konseli melalui berbgai cara, seperti bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan pengalaman pribadi, menyarankan. 5. Konseli setiap kali diberikan kesempatan untuk merespon apa-apa yang ditampilkan oleh rekan-rekan kelompok. 6. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Mendorong, menjelaskan, memberikan penguatan, menjembatani, mensinkronisasi, memberi contoh, (serta, jika perlu melatih konseli) dalam rangka mendalami permasalahan konseli dan mengentaskannya. Tahap Pengakhiran Jelaslah bahwa kegiatan suatu kelompok tidak dapat berlangsung terus menerus tanpa berhenti, setelah kegiatan kelompok memuncak pada tahap III, kegiatan kelompok ini menurun, dan selanjutnya kelompok akan mengakhiri kegiatannya pada saat yang di anggap tepat. Tahap pengakhiran terdiri dari : Frekuensi pertemuan Pembahsan keberhasilan kelompok Tujuan 1. Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang pelaksanaan kegiatan. 2. Terungkapnya hasil kegiatan kelompok yang telah di capai. 3. Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut. 4. Tetap dirasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan meskipun kegiatan berakhir. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera berakhir 2. Pemimpin kelompok dan anggota kelompok engemukakan kesan dan hasil kegiatan. 3. Membahas kegitan lanjutan 4. Mengemukakan pesan dan harapan. Peranan pemimpin kelompok 1. Tetap mengusahakan suasana hangat, bebas dan terbuka. 2. Memberikan pernyataan dan mengucapankan terima kasih atas keikutsertaan anggota. 3. Memberikan semangat untuk kegiatan lebih lanjut. 4. Penuh rasa persahabatan dan empati. 5. Memimpin doa dan mengakhiri kegiatan.
Tahap Pembentukan Pengenalan dan pengungkapan tujuan Tahap ini merupakan tahap pengenalan, tahap perlibatan diri ke dalam kehidupan suatu kelompok. Pada tahap ini pada umumnya para anggota saling memperkenalkan diri dan juga mengungkapkan tujuan ataupun harapan-harapan yang ingin di capai baik oleh masing-masing, sebagian maupun seluruh anggota. Terbangunnya kebersamaan Dalam keadaan seperti ini peranan utama pemmimpin kelompok ialah merasang dan dan memantapkan keterlibatan orang-orang baru itu dalam suasana kelompok yang diinginkan. Keaktifan pemimpin kelompok Peranan pemimpin kelompok dalan tahap pembentukan hendaknya benar-benar aktif. Beberapa teknik Ada beberapa teknik yang dapat digunakan oleh pemimpin kelompk dalam tahap ini. Jika keterbukaan dan keikutsertaan para anggota itu dapat cepat tumbuh dan berkembang, mungkin teknik-teknik ini tidak perlu dipergunakan. Tujuan 1. Anggota memaknai pengertian dan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Timbulnya suasan kelompok. 3. Timbulnya minat anggota mengikuti kegiatan kelompok. 4. Timbulnya saling mengenal, percaya, menerima, dan membantu di antara para anggota. 5. Tumbhnya suasana bebas dan terbuka. 6. Dimulainya pembahasan tentang tingkah laku dan perasaan dalam kelompok. Kegiatan 1. Mengungkapkan pengertian dan tujuan kegiatan kelompok dalam rangka BKp dan/atau KKp. 2. Menjelaskan (a) cara-cara, dan (b) asas-asas kegiatan kelompok. 3. Saling memperkenalkan dan mengungkapkan diri. 4. Teknik khusus. 5. Permainan penghatan/pengakraban. Peran pemimpin kelompok 1. Menampilkan doa dalam mengawali kegiatan. 2. Menampilkan diri secara utuh dan terbuka. 3. Menampilkan penghormatan keapda orang lain, hangat, tulus, bersedia membantu dan penuh empati. 4. Sebagai contoh. Tahap Peralihan Setalah suasana kelompok terbentuk dan dinamika kelompok sudah mulai tumbuh, kegiatan kelompok hendaknya di bawa lebih jauh oleh pemimpin kelompok menuju kegiatan kelompok yang sebenarnya. Tahap peralihan terdiri dari Suasana kegiatan Suasana ketidakseimbangan Jembatan antara tahap I dan tahap III Tujuan 1. Terbebaskannya anggota dari perasaan atau sikap enggan, ragu, malu atau saling tidak percaya untuk memasuki tahap berikutnya. 2. Makin mantapnya suasana kelompok dan kebersamaan. 3. Makin mantapnya minat untuk ikut serta dalam kegiatan kelompok. Kegiatan 1. Menjelaskan kegiatan yang akan di tempuh. 2. Menawarkan sambil mengamati apakah para anggota sudah siap menjalani kegiatan pada tahap selanjutnya (tahap ketiga). 3. Membahas suasana yang terjadi. 4. Meningkatakan kemampuan keikutsertaan anggota. 5. Kalau perlu kembali ke beberapa aspek tahap pertama (tahap pembukaan). Peranan pemimpin kelompok 1. Menerima suasana yang ada secara sabar dan terbuka. 2. Tidak menggunakan cara-cara yang bersifat langsung atau mengambil alih kekuasaan atau permasalahan. 3. Mendorong di bahasnya suasana perasaaan. 4. Membuka diri, sebagai contoh, dan penuh empati. Tahap Kegiatan Tahap ini ialah tahap inti kegiatan kelompk, maka aspek-aspek yang menjadi isi dan pengiringnya cukup banyak, dan masing-masing aspek tersebut perlu mendapat perhatian sekasama dari pemimpin kelompok dan mendapatkan alokasi waktu yang besar. Tahap ini sebagai kelanjutan tahap I dan II, dalam tahap ini adanya hubungan antar anggota kelompok tumbuh dengan baik, saling tukar pengalaman dan bidang suasana perasaan yang terjadi, pengutaraan, penyajian, dan pembukaan diri berlangsung dengan bebas. Dinamika kelompok, sekarang kelompok benar-benar sedang mengarah pada pencapaian tujuan. Kelompok itu sedang berusaha menghasilkan sesuatu yang berguna bagi para anggotanya. Kegiatan “kelompok bebas” • Pengemukaan permasalahaan • Pemilihan masalah/topik • Pembahasan masalah/topik Kegiatan “kelompok tugas” • Mengemukakan permasalahan • Tanya jawab tentang permasalahan yang diajukan • Pembahasan Kegiatan “pembahsan masalah klien” • Peserta dapat mengemukakan masalah pribadi • Menyelesaikan masalah tersebut dengan keikutsertaan anggota kelompok. a. Kelompok bebas Tujuan 1. Terungkapnya hanya secara bebas topik yang dirasakan, dipikirkan atau dialami oleh anggota kelompok 2. Terbahasnya topik secara mendalam dan tuntas. 3. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahsan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran ataupun perasaan. Kegiatan 1. Masing-masing anggota secara bebas mengemukakan topik bahsan. 2. Menetapkan topik yang akan di bahas terdahulu. 3. Anggota mambahas topik secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Memberikan dorongan dan penguatan serta penuh empati. b. Kelompok tugas Tujuan 1. Terbahasnya topik-topik yang ditugaskan secara mendalam dan tuntas 2. Ikut sertanya seluruh anggota secara aktif dan dinamis dalam pembahasan, baik yang menyangkut unsur-unsur tingkah laku, pemikiran atau perasaan. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan suatu topik untuk di bahas oleh kelompok 2. Tanya jawab antara anggota dan pemimpin kelompok tentang hal-hal yang belum jelas yang dikemukakan pemimpin kelompok. 3. Anggota membahas topik tersebut secara mendalam dan tuntas. 4. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. c. Pembahasan masalah konseli Tujuan 1. Terbahasnya dan terentaskannya masalah konseli) yang menjadi anggota kelompok). 2. Ikut sertanya seluruh anggota kelompok dalam menganalisis masalah konseli serta mencari jalan keluar dan pengentasannya. Kegiatan 1. Setiap anggota kelompok mengemukakan masalah pribadi yang perlu mandapatkan bantuan kelompok untuk pengentasannya. 2. Kelompok memilih masalah mana yang hendak di bahas dan dientaskan pertama, kedua, ketiga, dst. 3. Konseli (anggota kelompok yang masalahnya di bahas) memberikan gambaran yang lebih rinci masalah yang dialaminya. 4. Seluruh anggota kelompok ikut serta membahas masalah konseli melalui berbgai cara, seperti bertanya, menjelaskan, mengkritisi, memberi contoh, mengemukakan pengalaman pribadi, menyarankan. 5. Konseli setiap kali diberikan kesempatan untuk merespon apa-apa yang ditampilkan oleh rekan-rekan kelompok. 6. Kegiatan selingan. Peranan pemimpin kelompok 1. Sebagai pengatur lalu lintasyang sabar dan terbuka. 2. Aktif tetapi tidak banyak bicara. 3. Mendorong, menjelaskan, memberikan penguatan, menjembatani, mensinkronisasi, memberi contoh, (serta, jika perlu melatih konseli) dalam rangka mendalami permasalahan konseli dan mengentaskannya. Tahap Pengakhiran Jelaslah bahwa kegiatan suatu kelompok tidak dapat berlangsung terus menerus tanpa berhenti, setelah kegiatan kelompok memuncak pada tahap III, kegiatan kelompok ini menurun, dan selanjutnya kelompok akan mengakhiri kegiatannya pada saat yang di anggap tepat. Tahap pengakhiran terdiri dari : Frekuensi pertemuan Pembahsan keberhasilan kelompok Tujuan 1. Terungkapnya kesan-kesan anggota kelompok tentang pelaksanaan kegiatan. 2. Terungkapnya hasil kegiatan kelompok yang telah di capai. 3. Terumuskannya rencana kegiatan lebih lanjut. 4. Tetap dirasakannya hubungan kelompok dan rasa kebersamaan meskipun kegiatan berakhir. Kegiatan 1. Pemimpin kelompok mengemukakan bahwa kegiatan akan segera berakhir 2. Pemimpin kelompok dan anggota kelompok engemukakan kesan dan hasil kegiatan. 3. Membahas kegitan lanjutan 4. Mengemukakan pesan dan harapan. Peranan pemimpin kelompok 1. Tetap mengusahakan suasana hangat, bebas dan terbuka. 2. Memberikan pernyataan dan mengucapankan terima kasih atas keikutsertaan anggota. 3. Memberikan semangat untuk kegiatan lebih lanjut. 4. Penuh rasa persahabatan dan empati. 5. Memimpin doa dan mengakhiri kegiatan.
CINTAnya.........
ehadiran orang ke dua Cinta …….. Tak kan hancur karena terpisahnya jarak Tak kan habis termakan waktu Tak kan pudar karena perbedaan Tak kan binasa karena usia dan kekayaan Tapi cinta ….. Jangan diharapkan keabadiaanya Jangan diharapkan ketulusannya Bila hadirnya orang ketiga telah diberi ruang Bila hadirnya orang ketiga telah diberi hati Cinta … Bila itu memang harus terjadi Ku tak kan segan pergi meninggalkan cinta Bukan ku tak mau mempertahankan cinta Bukan berarti ku kalah dalam cinta Tapi cinta …. Buat apa ku merengek mengemis cinta Yang telah di berikan orang lain Yang tak lagi tulus untuk ku Yang semakin di paksa Hanya akan menambah sakit Tapi cinta …. Buat apa ku mengharap belas kasihan Karena cinta adalah ketulusan Karena cinta bukan karena kasihan Ah sudahlah…………….. Ah biarlah……… Semua telah berlalu…… Siapalah aku Hanya seorang anak petani Yang tak sanggup berikan dia apa-apa Yang tak pantas dapatkan cinta Sedang ia mampu berikan segalanya Ternyata aku salah Kalau cinta bisa di beli dengan kekayaan Tidak cukup hanya dengan kesetiaan Tidak cukup hanya dengan kejujuran Apalagi hanya dengan ketulusan
KONSELING KELUARGA MAKALAH ORANGTUA YANG OTORITER TERHADAP ANAK Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah konseling keluarga Dosen pengampu:Mulyani S.pd Oleh: Nama:Siti Pebrianti Kelas:IV F NPM:1110500144 PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL 2012 BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Keluarga adalah suatu ikatan perseketuaan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laku- laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak- anak,baik anaknya sendiri atau adopsi dan tinggal dalam sebuah rumah tangga.Unsur unsur yang terkandung dalam pengertian keluarga merupakan perserikatan hidup antara manusia yang paling dasar dan kecil.Perserikatan itu paling sedikit terdiri dari dua orang dewasa yang berlainan jenis kelamin.Perserikatan itu berdasar atas ikatan darah,perkawinan dan atau adopsi.Keluarga hanya terdiri dari seorang laki- laki saja atau seorang perempuan saja dengan dengan atau tanpa anak- anak. Adapun dalam keluarga pasti ada masalah yang timbul didalamnya,walaupun masalah itu kecil maupun besar dan semua itu bergantung pada keluarga tersebut apakah dapat menyelesaikan maslahnya tau tidak.Adapun keluarga mempunyai peran besar dalam mendidik perilaku anak dan hubungan antara orang tua dan anak merupakan hubungan timbal balik.Dalam hal ini peran orangtua dalam mendidik anak sangat besar .Para orang tua mempunyai model tersendiri dalam mendidik anaknya adapun orang tua menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya namun apa yang menjadi harapan orang tua belum tentu yang terbaik bagi anaknya.Adapula orang tua yang bersikap otoriter terhadap anaknya Kepribadian dan karakter seseorang dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua dulu mengasuhnya. Semua pola asuh baik yang terlalu kaku atau bebas akan mempengaruhi kepribadian anak nantinya. Setiap keluarga pasti memiliki harapan dan keinginan terhadap anaknya, sehingga segala cara diusahakan untuk mencapai hal tersebut. Tapi terkadang cara yang ditempuh atau pola asuh yang diberikan terlalu berlebihan Pola asuh yang diberikan oleh orangtua pada anaknya bisa dalam bentuk perlakuan fisik maupun psikis yang tercermin dalam tutur kata, sikap, perilaku dan tindakan yang diberikan. "Sebenarnya tidak ada pola asuh yang benar atau salah terhadap anak. Pola asuh yang paling tepat adalah menyesuaikannya dengan situasi atau menggunakan teknik tarik ulur," ujar Alzena Masykouri MPsi, saat dihubungi detikHealth, Senin (3/1/2011). Alzena mengungkapkan pengaruh pola asuh terhadap kepribadian dan karakter si anak nantinya sangat besar. Apa yang diberikan oleh orangtuanya sejak anak dilahirkan hingga ia berusia 15-16 tahun akan membentuk kepribadian anak. Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut,maka penulis dapat merumuskan beberapa permasalahan diantaranya sebagai berikut: • Faktor faktor orangtua bersikap otoriter terhadap anknya • Sebab- sebab terjadinya keluarga otoriter • Ciri- ciri keluarga otoriter • Dampak keluarga otoriter terhadap anak • Solusi Tujuan penulis Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban dari permasalahan yang dikemukakan diatas.Oleh karena itu peneliti ini bertujuan: • Untuk mengetahui proses pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam mengatasi masalah akibat dari perilaku otoriter orangtua terhadap anak • Untuk mengetahui keberhasilan dari pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam Mengatasi perilaku orangtua yang otoriter BAB II PEMBAHASAN Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda-beda. Pola asuh ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak selain hubungannya dengan ibunya. Pola asuh ini juga berpengaruh terhadap keberhasilan keluarga dalam mentasfer dan menanamkan nilai nilai agama, kebaikan, norma norma yang berlaku di masyarakat. Pola asuh anak meliputi interaksi antara orangtua dan anak dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis. Bersikap kaku atau menghukum kepada anak adalah sama dengan mendorong mereka menjadi tidak bermoral. Tidak memiliki batas internal dan aturan. Dan rentan pada otoritarianisme. Perlakuan yang sama menjadikan mereka permisif- satu sisi yang baik. Walkerdine dan Lucy (1989) dengan efektif menyoroti masalah ini dalam menafsirkan analisis Tizard dan Hughes (1989) tentang perbedaan kelas dalam pembicaraan ibu dan Anak. Mereka menyimpulkan bagaimana pemujaan yang luar biasa terhadap “sifat Ibu yang peka” berfungsi mempatologis perempuan kelas pekerja yang gagal menunjukan perilaku-perilaku yang disaratkan tersebut. Ada 3 jenis pola asuh menurut Hurlock dan Hardy dan Heyes: 1. Pola asuh yang otoriter, ditandai dengan orangtua yang melarang anaknya dengan mengorbankan kebebasan anak. 2. Pola asuh yang permisif, ditandai dengan adanya kebebasan tanpa batas pada anak untuk berbuat dan berperilaku sesuai dengan keinginannya. 3. Pola asuh yang demokratis, biasanya ditandai dengan adanya sikap terbuka antara orangtua dan anaknya. . Pada pola asuh otoriter biasanya keluarga yang menganut pola asuh ini anak anaknya tidak meiliki kebebasan untuk menentukan keputusan bahkan untuk dirinya sendiri karena semua keputusan berada ditangan orangtuanya dan di buat oleh orangtuanya, sementara anak harus mematuhi tanpa ada kesempatan untuk menolak ataupun mengemukakan pendapat. Cirri khas pola asuh ini diantaranya adalah kesuksesan orangtua dominan jika tidak boleh dikatakan mutlak, anak yang tidak mematuhi orangtua akan mendapat hukuman yang keras, pendapat anak tidak di dengarkan sehingga anak tidak memiliki eksistensi dirumah, tingkah laku anak dikontrol dengan sangat ketat. Awal mula Susi adalah seorang wanita karir begitu pula dengan suaminya yang sibuk bekerja.Susi mempunyai pengalaman yang kurang baik semasa ia masih remaja dalam pergaulannya dan dapat dikatakan pula kalau Susi mengenal pergaulan bebas sehingga ketika ia mempunyai seorang anak perempuan yang menginjak remaja ia sangat khawatir anaknya akan bergaul seperti waktu dirinya masih muda,Dari kekhawatiran itu maka Susi sangat mengontrol setiap kegiatan yang dilakukan anaknya dan dapat dikatakan Susi termasuk orangtua yang otoriter karena tidak memberikan kesempatan kepada anaknya untuk melakukan apa apa yang menjadi keinginannya bahkan dalam pemilihan sekolah maupun bergaul Susi selalu yang memilih buat anaknya padahal apa apa yang menjadi keinginan atau harapan orangtua tidak selalu sejalan dengan keinginan anaknya.Seorang anak juga memiliki hak untuk menentukan masadepannya dan apa yang menjadi kebutuhannya.Akibat dari pola asuh yang otoriter anak Susi menjadi tertekan dan bukan hal positif yang didapat tapi semakin ditekan anak justru semakin berani untuk melakukan hal hal yang ia sukai tanpa melihat baik atau buruk dampak bagi anak tersebut. Faktor Penyebab orangtua yang otoriter Kepribadian dan karakter seseorang dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua dulu mengasuhnya. Semua pola asuh baik yang terlalu kaku atau bebas akan mempengaruhi kepribadian anak nantinya.Setiap keluarga pasti memiliki harapan dan keinginan terhadap anaknya, sehingga segala cara diusahakan untuk mencapai hal tersebut. Tapi terkadang cara yang ditempuh atau pola asuh yang diberikan terlalu berlebihan.Pola asuh yang diberikan oleh orangtua pada anaknya bisa dalam bentuk perlakuan fisik maupun psikis yang tercermin dalam tutur kata, sikap, perilaku dan tindakan yang diberikan.Dalam hal ini faktornya adalah faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal meliputi pengalaman masalalu dari oangtua sehingga orangtua mempunyai kekhawatiran yang berlebihan kepada anak yang menyebabkan orangtua tersebut bersikap otoriter terhadap anknya.Faktor eksternal misalnya orangtua yang melihat perkembangan atau pergaulan sekarang anak remaja yang semakin tidak terkontrol sehingga orangtua takut bahkan khawatir anaknya akan terjerumus kedalam pergaulan yang salah atau pergaulan bebas Sebab- sebab trjadinya keluarga yang otoriter Orang tua dapat memilih pola asuh yang tepat dan ideal bagi anaknya. Orang tua yang salah menerapkan pola asuh akan membawa akibat buruk bagi perkembangan jiwa anak. Tentu saja penerapan orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang bijaksana atau menerapkan pola asuh yang setidak-tidaknya tidak membawa kehancuran atau merusak jiwa dan watak seorang anak.Sebab terjadinya leluarga otoriter adalah orangtua yang mempunyai pengalaman buruk semasa masih muda sehingga orangtua tersebut yang mempunyai anak menginjak remaja takut anaknya melakukan hal hal yang negatif seperti dilakukan oleh orangtuanya semasa masih muda dulu Ciri- ciri keluarga otoriter • Orangtua selalu memaksakan apa yang menjadi keinginannya tanpa melihat perasaan anak. • Anak dimarah- marahi orangtua tanpa sebab. • Orangtua membatasi pergaulan anaknya. • Kehidupan anak selalu diatur oleh orangtua. • Anak yang tidak mematuhi orangtua akan mendapat hukuman yang keras. • Pendapat anak tidak di dengarkan sehingga anak tidak memiliki eksistensi dirumah. • tingkah laku anak dikontrol dengan sangat ketat. Dampak keluarga yang otoriter Pola asuh orangtua yang salah membuat anak menjadi agresif, seperti suka memukul atau melempar benda saat tantrum, cenderung bermasalah di sekolah, beresiko tinggi depresi, bahkan suka melakukan kekerasan pada pasangannya kelak.Sikap agresif anak juga bisa timbul dari pengaruh sekelilingnya, seperti tayangan televisi atau video games. Namun, Lorber menjelaskan bahwa pola asuh orangtua bukanlah salah satu faktor tunggal dalam pembentukan perilaku anak karena ada juga pengaruh faktor genetik.Adapun menurut Middlebrook hukuman fisik yang biasanya diterapkan dalm pola asuh otoriter kurang efektif untuk membentuk tingkah laku anak. Hal itu dapat menyebabkan beberapa masalahnya diantaranya sebagai berikut: - 1. Menyebabkan anak marah dan frustasi secara psikologi tentu sangat menganggu pribadi anak sndri sehingga anak juga tidak akan bisa belajar optimal - 2. Timbulnya perasaan perasaan menyakitkan atau sakit hati pada diri anak yang mendorong tingkah laku agresif - 3. Akibat hukuman hukuman itu dapat meluas sasarannya dan lebih membawa efek negative. Misalnya anak menahan diri atau memukul atau merusak hanya ketika orangtua ada didekatnya. Tetapi akan segera melakukan tindakan merusak setelah orangtua tidak ada. - 4. Tingkah laku agresif orangtua akan menjadi contoh bagi anak sehingga anak akan menirunya. Hasil penelitian Rohner menunjukan bahwa pengalaman masa kecil seeorang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (karekter atau kecerdasan emosinya). penelitian yang menggunakan teori PAR ( parental acceptance rejection) menunjukan bahwa pola asuh orangtua baik yang menerima (acceptance) atau yang menolak (rejection) anakanya, akan mempengaruhi perkembangan emosi, prilaku, sosial kognitif, dan kesehatan fungsi psikologisnya ketika anak dewasa kelak. Solusi masalah Cintai dan Sayangi Anak-anak Anak yang mendapatkan cinta dan kasih sayang yang cukup dari orangtua nya akan dapat menghadapi masalah yang menghadangnya ketika mereka berada diluar rumah dan menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya, jika anak anak terlalu dicampuri urusannya atau orang tua terlalu memaksakan kehendaknya, anak akan merasa diintervensi dan pada akhirnya akan menghalangi membentuk pribadi yang sempurna. Saling menghormati antara kedua Orangtua dan Anak Hormat bukan berarti takut. Orangtua harus punya ketegasan tapi tetap mengakomodasi keinginan dan permintaan yang logis dari anak. Orangtua juga tidak boleh kebal kritik. Saling menghormati artinya anak dan orangtua tetap menciptakan kasih sayang, namun tetap menjaga hak-hak nya. Orangtua harus tetap menjaga hak-hak hukumnya. Jangan sampai ingin menciptakan suasana kasih sayang hokum-hukum yang telah dibuat keluarga menjadi longgar. Itulah sebabnya, orangtua tidak boleh otoriter dan anak-anak tidak boleh permisif. Keduanya harus berjalan beriringan dan saling menghargai. Mewujudkan kepercayaan Kepercayaan diri pada anak sangat penting. Kepercayaan anak-anak terhadap dirinya sendiri akan membuat mereka mudah menerima kekurangan yang ada pada dirinya. Berilah kepercayaan kepada mereka dan hargailah. Menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak anak berarti memberikan penghargaan dan kelayakan terhadap mereka. Penghargaan dan kepercayaan yang diberikan orangtua akan membuat anak menjadi mandiri,maju, dan selalu berusaha berani dalam bersikap. Mereka menjadi lebih percaya diri dan yakin dengan kemampuan sendiri. BAB III PENUTUP Kesimpulan Keluarga adalah suatu ikatan perseketuaan hidup atas dasar perkawinan antara orang dewasa yang berlainan jenis yang hidup bersama atau seorang laku- laki atau seorang perempuan yang sudah sendirian dengan atau tanpa anak.Pada pola asuh otoriter biasanya keluarga yang menganut pola asuh ini anak anaknya tidak meiliki kebebasan untuk menentukan keputusan bahkan untuk dirinya sendiri karena semua keputusan berada ditangan orangtuanya dan di buat oleh orangtuanya, sementara anak harus mematuhi tanpa ada kesempatan untuk menolak ataupun mengemukakan pendapat. Ciri khas pola asuh ini diantaranya adalah kesuksesan orangtua dominan jika tidak boleh dikatakan mutlak, anak yang tidak mematuhi orangtua akan mendapat hukuman yang keras, pendapat anak tidak di dengarkan sehingga anak tidak memiliki eksistensi dirumah, tingkah laku anak dikontrol dengan sangat ketat. Saran Perlu adanya perbaikan pada orangtua dalam mendidik anak agar tidak terjadi penyimpangan yang dilakukan anak akibat pola asuh dari orang tua yang otoriter.Orangtua juga harus mendengarkan apa yang menjadi keinginan dan pendapat anak . Daftar Pustaka Gunarsa, D.Singgih.Dasar dan teori Perkembangan Anak.Jakarta: PT EBK Gunung Mulia, 2008 Clemes, Harris. 2001. Mengajarkan Disiplin Kepada Anak. Jakarta. Mitra Utama. Riyanto, Theo. 2002. Pembelajaran Sebagi Proses Bimbingan Pribadi. Jakarta: Gramediaa Widiasarana Indonesia.
LAYANAN LAPORAN KONSELING KOMUNITAS KONSELING KOMUNITAS STUDY KASUS PADA PENGAMEN JALANAN Dosen pengampu : Sukoco kw,M.Pd Disusun oleh Nama : Siti Pebrianti NPM : 1110500144 PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL 2012 KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul……………………………………………………………………………i Bab I PENDAHULUAN • A.Latar belakang masalah………………………………………………………1 • B.Tujuan Penelitian...............................................................................................2 • C.Manfaat Penelitian………………………………………………………….....3 • D.Permasalahan.....................................................................................................3 Bab II PEMBAHASAN • A.Definisi Pengamen..............................................................................................4 • B.Macam & Jenis-Jenis Pengamen Jalanan........................................................5 • C.Identitas Pengamen............................................................................................7 • D.Dokumentasi.......................................................................................................8 • E.Faktor Yang Mempengaruhi Konseli Menjadi Pengamen.............................9 • F.Solusi....................................................................................................................10 Bab III PENUTUP • Kesimpulan………………………………………………………………….......12 • Saran……………………………………………………………………….........13 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang masalah Masa depan Indonesia ada di pundak generasi penerus bangsa. Merekalah yang akan membangun bangsa ini kelak dengan pengetahuan dan kemampuannya bersaing di dunia global. Membawa bangsa Indonesia dalam percaturan politik, ekonomi, dan kebudayaan bersama bangsa-bangsa lain di panggung dunia. Tanggungjawab generasi penerus bangsa ini bukan main, perlu pembekalan melalui pembelajaran yang matang dan mantap, sehingga tidak tergoyahkan oleh tradisi politik dan kebudayaan yang malas dan korup.Harapan bangsa ini kepada generasi penerus, yaitu anak-anak Indonesia sungguh besar, akan tetapi harapan itu sekaligus menjadi keraguan tatkala melihat kenyataan saat ini. Yaitu banyak generasi penerus yang tidak mampu mengenyam pendidikan yang layak dan tuntas. Masih banyak generasi penerus yang terlantar di jalanan, di tempat yang tidak semestinya mereka berada. Namun demikian, itulah kenyataan hidup generasi penerus bangsa saat ini. Hidup di bawah terik matahari dan menghirup asap kendaraan setiap harinya. Tidur pun mereka di selasar pertokoan bersama orang tua mereka yang memilih hidup di jalanan. Pengamen jalanan kini sudah menjadi pilihan mereka yang hidup dalam kemiskinan ekonomi dan kemiskinan pengetahuan. Anak-anak umur belasan tahun secara terpaksa menengadah tangannya di pintu-pintu angkutan kota, di dalam bis kota, bahkan juga di perempatan jalan kota-kota besar di Indonesia. Ada apa dengan kita yang selalu melihat ke atas, melihat kekuasaan hingga terjebak dalam lingkaran politik yang menyesatkan moral? Sering kali kita lupa melihat saudara kita yang hingga saat ini masih mencari nafkah dengan meminta-minta.Kehadiran anak jalanan tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kota-kota besar. Anak jalanan merupakan fenomena kota besar di mana saja. Semakin cepatperkembangan sebuah kota semakin cepat pula peningkatan jumlah anak jalanan.Kehidupan di kota-kota besar yang tampak serba gemerlap dengan pernik-pernik kebebasannya ibarat sinar lampu yang mengundang anai-anai. 1 Alasan ekonomi selalu menjadi prioritas untuk diungkapkan jika ditanya apa sebab pengamen melakukan pekerjaan itu. Lalu, apakah persoalan tersebut juga harus dibaca dengan sudut pandang kesenjangan sosial ekonomi semata? Pengamen merupakan salah satu kelompok pinggiran yang tidak bisa dilihat hanya dari bagaimana mereka mempertahankan hidup, tapi juga bagaimana perkembangan kota selalu mempengaruhi kehidupannya. Mereka juga mampu membuka mata mengenai peran kontribusinya yang setiap saat selalu ditutup-tutupi oleh wacana kota yang “bersih, indah dan nyaman”.Banyaknya anak jalanan yang menempati fasiltas-fasilitas umum di kota-kota,bukan melulu disebabkan oleh faktor penarik dari kota itu sendiri. Sebaliknya adapula faktor-faktor pendorong yang menyebabkan anak-anak memilih hidup di jalan. Kehidupan rumah tangga asal anak-anak tersebut merupakan salah satu faktor pendorong penting. Banyak anak jalanan berasal dari keluarga yang diwarnai dengan ketidakharmonisan, baik itu perceraian, percekcokan, hadirnya ayah atau ibu tiri, absennya orang tua baik karena meninggal dunia maupun tidak bisa menjalankan fungsinya. Hal ini kadang semakin diperparah oleh hadirnya kekerasan fisik atau emosional terhadap anak. Keadaan rumah tangga yang demikian sangat potensial untuk mendorong anak lari meninggalkan rumah. Faktor lain yang semakin menjadi alasan anak untuk lari adalah faktor ekonomi rumah tangga. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda Indonesia, semakin banyak keluarga miskin yang semakin terpinggirkan. Situasi itu memaksa setiap anggota keluarga untuk paling tidak bisa menghidupi diri sendiri. Dalam keadaan seperti ini,sangatlah mudah bagi anak untuk terjerumus ke jalan. B. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengetahui ada tidaknya motivasi kerja pengamen 2. sebab – sebab menjadi pengamen 2 C. Manfaat Penelitian 1. Hasil penelitian ini dapat dijadikan motivator/pendorong semangat bagi para pelaku pekerja jalanan terutama pengemen agar lebih termotivasi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan pekerjaan jalanan dan dalam bekerja sebagai pekerja jalanan para pengamen dapat bekerja, dengan memahami peran dan tanggung jawab pekerjaannya agar dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam pekerjaannya tidak merugikan masyarakat pada umumnya dan diri mereka sendiri pada khususnya dimana pengamen melakukan pekerjaannya sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat dengan tetap melakukan pekerjaannya dengan baik. 2. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai revrensi peneliti lain yang hendak meneliti hal yang sama sehingga mampu menambah wacana pemikiran untuk lebih memperdalam khasanah ilmu pengetahuan psikologi terutama dalam pembahasan mengenai motivasi kerja terhadap pengamen C.Permasalahan 1. Faktor ekonomi 2. Faktor lingkungan 3. Tidak memiliki keterampilan 3 BAB II PEMBAHASAN A.Definisi Pengamen Pengamen adalah seseorang yang kerjanya mengamen atau seseorang yang kerjanya menyanyi dengan peralatan seadanyayang biasanya banyak kita temukan di pinggir – pinggir jalan raya.Tidak hanya dipinggir jalan raya saja tetapi juga terkadang kita temukan di tempat- tempat makan yang terletak di pinggiran jalan, di terminal –terminal bus,bahkan sedang menaiki kendaraan umun seperti bus kota atau mikrolet tak jarang kita temukan pengamen.Di atas tadi telah disebutkan bahwa peralatan yang dipakai pengamen jalanan cukup sedrhana Yang sering kita lihat selama ini yaitu mereka hanya bermodalkan sebuah gitar,entah itu gitar yang berukuran standart ataupun gitar yang berukuran kecil.Bahkan ada juga yang hanya bermodalkan tepuk tangan saja.Yang dimaksud tepuk tangan disini yaitu mereka bernyanyi dengan iringan tepuk tangannya sendiri ada juga pengamen yang bernyanyi dengan iringan beras yang dimasukan kedalam botol- botol plastik lalu mereka kocok- kocok sesuai bagaimana iringan lagu untuk lagu yang sedang mereka bawakan .Umur dari pengamen ini beraneka ragam dari mulai usua anak-anak, remaja, bahkan dewasa, bahkan suda tidak sedikit pula pengamen yang sudah berumur.Pengamen cilik atau masih anak- anak biasanya pengamen hanya dengan bernyanyi saja tanpa iringan alat apapun tetapi ada juga yang menggunakan tepukan tangannya sendiri atau botol plastik diisi pasir atau beras bahkan juga ada yang memakai kecrekan.Mrekeka idak selalu mengamen sendiri,terkadang mereka juga melakukannya engan berkelompok.Ada juga pengamen yang bisa dibilang dalam usia remaja.Kebanyakan dari mereka mengamen dengan menggunakan gitar akuistik 4 B.Macam & Jenis-Jenis Pengamen Jalanan Seperti kita tahu bahwa salah satu profesi yang paling favorit dijalankan oleh orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap adalah menjadi pengamen baik secara sendiri-sendiri maupun berkelompok. Mengamen tidak harus bernyanyi tetapi juga bisa hanya memainkan alat musik atau hanya bertugas menarik uang receh dari pendengar ngamenan.Pengamen ada di mana-mana mulai di perempatan jalan raya, di dalam bis kota, di rumah makan, di ruko, di perumahan, di kampung, di pasar, dan lain sebagainya. Penampilan pengamen pun macam-macam juga mulai dari tampilan yang biasa saja sampai penampilan banci / bencong, anak punk, preman, pakaian muslim, pakaian pengemis, pakaian seksi nan minim, dsb. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis pengamen : 1. Pengamen Baik Pengamen yang baik adalah pengamen profesional yang memiliki kemampuan musikalitas yang mampu menghibur sebagian besar pendengarnya. Para pendengar pun merasa terhibur dengan ngamenan pengamen yang baik sehingga mereka tidak sungkan untuk memberi uang receh maupun uang besar untuk pengamen jenis ini. Pengamen ini pun sopan dan tidak memaksa dalam meminta uang. 2. Pengamen Tidak Baik Pengamen yang tidak baik yaitu merupakan pengamen yang permainan musiknya tidak enak di dengar oleh para pendengarnya namun pengamen ini umumnya sopan dan tidak memaksa para pendengar untuk memberikan sejumlah uang. Tetapi ada juga yang menyindir atau mengeluh langsung ke pendengarnya jika tidak mendapatkan uang seperti yang diharapkan. 5 3. Pengamen Pengemis Pengamen ini tidak memiliki musikalitas sama sekali dan permainan musik maupun vokal pun ngawur seenak udel sendiri. Setelah mengamen mereka tetap menarik uang receh dari para pendengarnya. Dibanding mengamen mereka lebih mirip pengemis karena hanya bermodal dengakul dan nekat saja dalam mengamen serta hanya berbekal belas kasihan orang lain dalam mencari uang. 4. Pengamen Pemalak / Penebar Teror Pengamen yang satu ini adalah pengamen yang lebih suka melakukan teror kepada para pendengarnya sehingga para pendengar merasa lebih memberikan uang receh daripada mereka diapa-apakan oleh pengamen tukang palak tersebut. Mereka tidak hanya menyanyi tetapi kadang hanya membacakan puisi-puisi yang menebar teror dengan pembawaan yang meneror kepada para pendengar. Pengamen jenis ini biasanya akan memaksa diberi uang dari tiap pendengar dengan modal teror. Pengamen ini layak dilaporkan ke polisi dengan perbuatan tidak menyenangkan di depan umum. 5. Pengemen Penjahat Pengamen yang penjahat adalah pengamen yang tidak hanya mengamen tetapi juga melakukan tindakan kejahatan seperti sambil mencopet, sambil nodong, menganiaya orang lain, melecehkan orang lain, dan lain sebagainya. Kalau menemukan pengamen jenis ini jangan ragu untuk melaporkan mereka ke polisi agar modus mereka tidak ditiru orang lain. 6. Pengamen Cilik / Anak-Anak Pengamen jenis ini ada yang bagus tetapi ada juga yang sangat tidak enak untuk didengar. Yang tidak enak didengar inilah yang lebih condong mengemis daripada mengamen. Akan tetapi bagaimanapun juga mereka hanya anak-anak bocah cilik yang menjadi korban situasi dari orang-orang jahat dan tidak kreatif di sekitarnya. Pengamen anak ini bisa dipaksa menjadi pengamen oleh orang tua, oleh preman, dsb namun juga ada yang atas kemauan sendiri dengan berbagai motif. Sebaiknya JANGAN DIBERI UANG agar tidak ada anak-anak yang menjadi pengamen. Mereka seharusnya tidak berada di jalanan. 6 Beberapa minggu yang lau saya melakukan study kasus kedaerah pasar pagi kota pemalang,saya menemui beberapa komunitas pengamen diantaranya adalah C.Identitas Pengamen Nama:Sarwito Umur:16 tahun Alamat:Wanarejan ,Kab.Pemalang Pekerjaan :Pengamen Sarwito adalah seorang pengamen yang seharusnya masih duduk di bangku sekolah,namun karena tidak adanya biaya maka pada kelas dua SMP dia putus Sekolah karena orangtuanya tidak mampu lagi membiayai Warsito.Sulung dari tiga bersaudara ini sudah sejak kelas satu SMP ayahnya meninggal dan ibunya yang hanya bekerja sebagai penjual gorengan tidak mampu membiayai Warsito lagi,apalagi Warsito sebagi tulang punggung keluarga merasa punya tanggung jawab untuk ikut membantu ibunya yang janda itu untuk membantu membiayai kedua adiknya yang sekarang masih duduk dibangku sekolah Dasar.Lingkungan ditempat tinggal Warsito juga sangat mempengaruhi sehingga Warsito sekarang menjadi pengamen karena dilingkungannya kebanyakan seusia Warsito bekerja menjadi pengamen. D.Dokumentasi 7 Dari deskripsi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa faktor atau permasalahan yang menyebabkan Warsito menjadi pengamen adalah faktor ekonomi,faktor lingkungan,tidak adanya keterampilan, serta tingkat pendidikan yang relatf rendah. 8 E.Faktor Yang Mempengaruhi Konseli Menjadi Pengamen 1. Faktor ekonomi Pendidikan adalah merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia yang sekaligus dapat membedakan antara manusia dengan hewan. Hewan juga belajar, tetapi lebih ditentukan oleh instiknya. Sedangkan bagi manusia belajar berarti bahwa rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna mencapai sebuah kehidudpan yang lebih berarti. Oleh karena itu pendidikan atau yang lebih sering kita kenal dengan istilah sekolah adalah merupakan bagian dari suatu aktivitas yang sadar akan tujuan. Sekolah dalam hal ini pendidikan menempati posisi yang sangat sentral da nstrategis dalam membangun kehidupan secara tepat dan terhormat.Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu keharusan bagi setiap manusia secara keseluruhan. Setiap manusia berhak mendapatkan atau memperoleh pendidikan, baik secara formal, informal maupun non formal, sehingga pada gilirannya ia akan memiliki mental, akhlak, moral dan fisik yang kuat serta menjadi manusia yang berbudaya tinggi dalam melaksanakan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam masyarakat. Namun jika kita melihat kenyataan dalam melaksanakan, khususnya dilingkungan Warsito ternyata kebanyakan anak-anak remaja mereka banyak yang putus sekolah dan memilih bekerja untuk membantu orang tua dalam hal menambah penghasilan orang tuanya. Hal inilah yang menyebabkan banyaknya remaja putus sekolah.Faktor lain yang menyebabkan banyaknya remaja putus sekolah adalah kurangnya ikhwal serta peranan orang tua dan juga banyaknya pengaruh lingkungan sosial.Selain itu peranan dari pemerintah juga sangat penting dalam membantu pendidikan di Indonesia ini dengan memberikan bantuan BOS Bantuan Operasional Siswa terutama pada siswa yang kurang mampu sehingga dapat mengurangi angka kenaikan putus sekolah karena faktor ekonomi. 2. Faktor Lingkungan Lingkungan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita.Pada dasarnya lingkungan yang paling mempengaruhi pertumbuhan anak anak adalah lingkungan keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam sebuah kehidupan,kemudian selanjutnya adalah lingkungan sekolah dimana terjadi suatu interaksi anatara yang satu dengan yang lainnya . 9 Seperti hasil study kasus yang saya lakukan pada Warsito ,ditempat tinggal Warsito lingkungan yang sebagian besar anak anak remaja tiak melanjutnya sekolah karena faktor ekonomi, mereka lebih memilih bekerja untuk membantu orang tua daripada sekolah sebagai bekal dalam kehidupan mereka.Warsito putus sekolah karena faktor ekonomi namun lingkungan ditempat ia tinggal juga sangat mempengaruhi. 3. Keterampilan sebagi modal untuk bekerja Pada dasarnya keterampilannya sangat penting bagi anak anak yang putus sekolah seperti Warsito sebagai bekal untuk bekerja ,misalnya keterampilan menjahit, keterampilan pertukangan, keterampilan perbengkalan.Jika orang tua sudah tidak mampu membiayai anaknya Sekolah ,maka alternatif yang dilakukan adalah anak dimasukan dalam sebuah yayasan.Dengan demikian, pelayanan kesejahteraan sosial anak berbasis institusi/panti asuhan adalah alternatif terakhir, jika pengasuhan berbasis keluarga benar-benar tidak dapat dilakukan. Semua upaya dimaksud didasarkan pada prinsip bahwa lingkungan yang terbaik agar anak tumbuh kembang secara maksimal adalah dalam asuhan dan perlindungan orang tua/keluarga,namun dalam hal pendidikan anak hendaknya orang tua berusaha semaksimal mungkin agar mendapat pendidikan yang layak.Jika benar benar sudak tidak mampu membiayai anak Sekolah,maka anak dimasukan dalam yayasan sebagai alternatif.Selain itu,dalam penentuan alternatif pengasuhan tersebut, anak juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan sesuai dengan prinsip kepentingan terbaik anak. Hal ini, lanjutnya, untuk mengubah paradigma pelayanan kesejahteraan sosial berbasis keluarga seperti penjangkauan (outreach), home care services, reunifikasi dan reintegrasi keluarga secara bertahap, namun tetap memberikan pengasuhan pada anak-anak yang kehilangan asuhan dalam keluarga. F.Solusi Tidak ada solusi yang ampuh untuk mengatasi masalah sosial ini. Mereka hadir di jalanan karena kita memberi peluang kepada mereka untuk meneruskan “profesinya”. Dengan tetap memberi mereka recehan uang, mereka akan terus bergerilya di jalanan karena merasa sangat mudah mencari uang tanpa perlu kerja keras. Seharusnya tugas negaralah untuk mengentaskan mereka dari kepapaan hidup, karena di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa “anak yatim dan orang-orang terlantar dipelihara oleh negara”. Tetapi tampaknya Pemerintah Kota (wakil negara) membiarkan kaum jalanan ini tetap beraksi. 10 Razia yang dilakukan terhadap mereka tidak efektif sebab setelah dilepaskan mereka akan kembali lagi ke jalan.Kita yang sering terenyuh dengan pengemis dan pengamen jalanan sering dibuat serba salah. Jika tidak diberi uang, ada perasaan seakan diri kita kikir, tetapi jika diberi uang mereka semakin ketagihan dan akan terus berada di jalanan. anak-anak yang mengamen kita jangan memberi mereka uang, tetapi berilah biskuit atau penganan agar mereka tidak kekurangan gizi. Alasannya adalah pengamen anak-anak ini kemungkinan besar menggunakan uang hasil mengamen untuk membeli kebutuhan yang bersifat merusak tubuh mereka seperti rokok, minuman atau makanan berwarna, bahkan mungkin saja untuk ngelem atau untuk narkoba. Jadi, siapkan di mobil anda permen, biskuit, atau roti ketimbang uang receh. Itu jika anda tetap berniat memberi. 11 BAB III PENUTUP Citra kriminalitas mudah melekat pada pengamen. Pengamen dianggap malas bekerja dan pembuat onar. Namun demikian, persoalan ini tidak terletak pada pengamen itu, namun merupakan efek dari perubahan kota. Konsep kota ideal yang indah, bersih, dan nyaman harus menyingkirkan konsep-konsep lain yang bertentangan dengannya. Hal ini dapat dibuktikan pada citra pasar modern seperti supermarket menggeser konsep pasar tradisional. Persoalan utama sebenarnya terletak pada penyingkiran ini. Untuk membuat Sebuah Kota bersih, indah, dan nyaman sebenarnya tidak harus meminggirkan pengamen. Artinya, semua pihak perlu menghargai bahwa kota terdiri dari zona-zona yang beragam. Masing-masing zona memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Kehidupan pengamen dapat dikatakan terletak pada zona informal. Mereka memandang tempat mengamen tidak hanya ruang ekonomi, tapi juga ruang sosial, yaitu tempat mereka menunjukkan informalitasnya, mulai dari cara mereka berpakaian sampai ke bahasa yang mereka obrolkan. Pengamen tidak dapat memahami konsep kebijakan modern yang sistematis dan struktural. Harus ada dialog ditengahnya sebelum segala keputusan dilaksanakan. Kesimpulan Pengamen merupakan seseorang yang kerjanya mengamen atau seseorang yang kerjanya menyanyi dengan peralatan seadanyayang biasanya banyak kita temukan di pinggir – pinggir jalan raya. Tidak hanya dipinggir jalan raya saja tetapi juga terkadang kita temukan di tempat- tempat makan yang terletak di pinggiran jalan, di terminal –terminal bus,bahkan sedang menaiki kendaraan umun seperti bus kota atau mikrolet tak jarang kita temukan pengamen.Jenis- jenis pengamen diantaranya adalah pengamen baik,pengamen tidak baik,pengamen pengemis,pengamen pemalak,pengamen penjahat dan pengamen cilik atau pengamen anak- anak 12 Saran Tidak ada solusi yang ampuh untuk mengatasi masalah sosial ini. Mereka hadir di jalanan karena kita memberi peluang kepada mereka untuk meneruskan “profesinya”. Dengan tetap memberi mereka recehan uang, mereka akan terus bergerilya di jalanan karena merasa sangat mudah mencari uang tanpa perlu kerja keras. Seharusnya tugas negaralah untuk mengentaskan mereka dari kepapaan hidup, karena di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa “anak yatim dan orang-orang terlantar dipelihara oleh negara”. 13
LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK untuk memenuhi tugas mata kuliah PRAKTIKUM BK PRIBADI SOSIAL Dosen Pengampu:RENIE TRI HERDIANI, SP.d Disusun oleh: Nama: Siti Pebrianti Kelas:4F NPM:1110500144 BIMBINGAN DAN KOSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASKTI TEGAL 2012 LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK BEBAS KEGIATAN Hari/tanggal :14 April 2012 Pertemuan ke :1(satu) Waktu :08.20-09.00 Tempat :kelas pendidikan Hasil :Hasil yang diperoleh dari pertemuan pertama kegiatan bimbingan kelompok ini adalah pembentukan rappotr antara siswa dengan pembimbing ,mengakrabkan anggota,setiap anggota mengemukakan topik yang ingin dibicarakan dan satu topik telah di bahas dan di berikan pendapat tentang topik yang dibahas. ANALISIS TUGAS 1.Praktek kegiatan Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ini berisikan empat tahap yaitu: Tahap pembentukan Pada tahap ini dilakukan perkenalan antar anggota dengan permainan rangkaian nama.Dalam kegiatan ini tempat duduk peserta juga diatur dengan membentuk lingkaran.Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan salam dan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota pada hari yang telah disepakati .Setelah berdoa,kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan: 1)Pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan secara kelompok untuk memberikan informasi guna membantu anggotanya dengan menyusun rencana dan keputusan yang tepat.Tujuannya adalah memberikan wawasan , pandangan dan pemahaman pada anggota terhadap topik yang dibahas.Selain itu,melatih anggota agar mampu berbicara didepan banyak orang,berani mengemukakan pendapat,saran,tanggapan didepan anggota lain. 2)Cara pelaksanaan Masing- masing anggota diminta secara sukarela untuk berbicara,mengeluarkan perasaan perasaannya,pendapat,saran dan tanggapannya dengan terbuka.Pada saat salah satu anggota sedang mengemukakan pendapatnya ,anggota yang lain mendengarkan dengan baik. 3)Asas yang perlu dilaksanakan • Asas kesukarelaan ,semua anggota dapat mengeluarkan pendapat dan tanggapannya secara sukarela dan spontan tanpa adanya paksaan. • Asas keterbukaan,anggota kelompok dapat mengutarakan perasaan – perasaan ,saran dan pensdapnya secara terbuka • Asas kenormatifan,Ketika ada anggota yang sedang berbicara,anggota yang lain mendengarkan. Tahap peralihan Pada tahap ini tidak ada keengganan pada masing- masing anggota karena mereka sudah saling mengenal anggota satu sama lain.Hal ini terlihat dari kesiapan anggota untuk segera memulai pada tahap kegiatan Tahap kegiatan Kegiata ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti.Karena ini merupakan topik bebas ,maka setiap anggota bebas mengemukakan topik yang ingin dibahas secara bergantian.Tetapi hampir semua siswa mengemukakan topik sulitnya bergaul dengan teman sekelas sehingga menyebabkan prasangka yang buruk antara satu dengan yang lainnya. Setelah para anggota selesai mengusulkan topik yang disampaikan ,kemudian pemimpin kelompok meminta anggota untuk memilih topik yang akan dibahas dan diuraikan jalan keluarnya terlebih dahulu .Semua anggota akhirnya sepakat untuk membahas Malas Dalam Belajar Isi bahasan • Memahami pengertian belajar • Cara agar tidak malas dalam belajar • Hal hal yang perlu diperhatikan dalam belajar • Dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu,tidak mengerti menjadi mengerti,tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukan perubahan perilakunya.Stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru tersebut,sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan belajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.. Agar tidak malas belajar • Ingat niat kita • Tujuan belajar • Ingat akan cita cita • Ingat ayah dan ibu berjuang (cari biaya) untuk anaknya agar kita menjadi seorang anak yang sukses • Bertemanlah dengan teman- teman yang memberikan hal positif Adapun cara menghilangkan malas belajar adalah diantaranya membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang,mengubah posisi duduk ketika membaca,berpindah dari ruang baca ke kamar atau cari tempat yang nyaman,menghirup udara yang segar dll.Salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam belajar adalah ketika sudah mulai mengantuk berhentib elajar sejenak atau cuci muka untuk menghilangkan rasa ngantuk.Adapun dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah adalah ,siswa tidak dapat mengerjakan ulangan atau tugas yang diberikan oleh guru disekolah sehingga mendapatkan nilai yang tidak bagus Salah satu pendapat dari anggota 1. Johan priyadin berpendapat malas belajar karena kondisi rumah yang kurang nyaman 2. Sumarsih berpendapat malas belajar karena tidak menguasai salah satu mata pelajaran 3. Wulan nurul oktaviani malas belajar adalah tidak semangat 4. Roy primansyah berpendapat malas belajar merupakan hal yang sulit dihilangkan Tahap pengakhiran Untuk tahap pengakhiran, pemimpin kelompok memberitahukan bahwa kegitan akan segera diakhiri karena waktu yang disepakati akan segera berakhir dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.Kemudian pemimpin kelompok meminta anggotanya untuk menyimpulkan hasil yang diperoleh pada kegiatan kelompok ini .Setelah itu dilanjutkan membahas penetapan waktu dan tempat perteuan selanjtnya.Dan terakhir,anggota tidak lupa diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan.Tidak lupa pemimpin kelompok mengucapkan terimaksish atas kesediaan anggota meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan kemudian berdoa bersama- sama. 2.Hasil yang diraskan oleh pemimpin kelompok Hasil yang diperoleh dari kegitan bimbingan kelompok ini adalah anggota dapat belajar mengemukakan pendapat dan tanggapannyasecara terbuka.Selain itu anggota juga dapat mengetahui bahwa sebenarnya bimbingan kelompok tidak hanya menasehati dan melarang ini itu,melainkan dapat membantu memberikan informasi ,menambah wawasan,bertukar pikir dan membahas topik yang menarik. a.Komunikasi Komunikasi antara anggota dan pemimpin kelompok berjalan dengan baik meskipun kadaang- kadang terkesan sering bercanda. b.Sarana/prasarana Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemimpin kelompok dalam kegiatan bimbingan ini meliputi tempat /ruang untuk kegiatan,recorder dan kaset,minuman dan makanan kecil. Tegal 14 april 2012 Mahasiswi Praktikan Siti pebrianti SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PRAKTIKUM BK PRIBADI SOSIAL Dosen Pengampu:RENIE TRI HERDIANI, SP.d Disusun oleh: Nama: Siti Pebrianti Kelas:4F NPM:1110500144 BIMBINGAN DAN KOSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASKTI TEGAL 2012 LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK BEBAS KEGIATAN Hari/tanggal :14 April 2012 Pertemuan ke :1(satu) Waktu :08.20-09.00 Tempat :kelas pendidikan Hasil :Hasil yang diperoleh dari pertemuan pertama kegiatan bimbingan kelompok ini adalah pembentukan rappotr antara siswa dengan pembimbing ,mengakrabkan anggota,setiap anggota mengemukakan topik yang ingin dibicarakan dan satu topik telah di bahas dan di berikan pendapat tentang topik yang dibahas. ANALISIS TUGAS 1.Praktek kegiatan Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ini berisikan empat tahap yaitu: Tahap pembentukan Pada tahap ini dilakukan perkenalan antar anggota dengan permainan rangkaian nama.Dalam kegiatan ini tempat duduk peserta juga diatur dengan membentuk lingkaran.Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan salam dan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota pada hari yang telah disepakati .Setelah berdoa,kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan: 1)Pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan secara kelompok untuk memberikan informasi guna membantu anggotanya dengan menyusun rencana dan keputusan yang tepat.Tujuannya adalah memberikan wawasan , pandangan dan pemahaman pada anggota terhadap topik yang dibahas.Selain itu,melatih anggota agar mampu berbicara didepan banyak orang,berani mengemukakan pendapat,saran,tanggapan didepan anggota lain. 2)Cara pelaksanaan Masing- masing anggota diminta secara sukarela untuk berbicara,mengeluarkan perasaan perasaannya,pendapat,saran dan tanggapannya dengan terbuka.Pada saat salah satu anggota sedang mengemukakan pendapatnya ,anggota yang lain mendengarkan dengan baik. 3)Asas yang perlu dilaksanakan • Asas kesukarelaan ,semua anggota dapat mengeluarkan pendapat dan tanggapannya secara sukarela dan spontan tanpa adanya paksaan. • Asas keterbukaan,anggota kelompok dapat mengutarakan perasaan – perasaan ,saran dan pensdapnya secara terbuka • Asas kenormatifan,Ketika ada anggota yang sedang berbicara,anggota yang lain mendengarkan. Tahap peralihan Pada tahap ini tidak ada keengganan pada masing- masing anggota karena mereka sudah saling mengenal anggota satu sama lain.Hal ini terlihat dari kesiapan anggota untuk segera memulai pada tahap kegiatan Tahap kegiatan Kegiata ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti.Karena ini merupakan topik bebas ,maka setiap anggota bebas mengemukakan topik yang ingin dibahas secara bergantian.Tetapi hampir semua siswa mengemukakan topik sulitnya bergaul dengan teman sekelas sehingga menyebabkan prasangka yang buruk antara satu dengan yang lainnya. Setelah para anggota selesai mengusulkan topik yang disampaikan ,kemudian pemimpin kelompok meminta anggota untuk memilih topik yang akan dibahas dan diuraikan jalan keluarnya terlebih dahulu .Semua anggota akhirnya sepakat untuk membahas Malas Dalam Belajar Isi bahasan • Memahami pengertian belajar • Cara agar tidak malas dalam belajar • Hal hal yang perlu diperhatikan dalam belajar • Dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu,tidak mengerti menjadi mengerti,tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukan perubahan perilakunya.Stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru tersebut,sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan belajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.. Agar tidak malas belajar • Ingat niat kita • Tujuan belajar • Ingat akan cita cita • Ingat ayah dan ibu berjuang (cari biaya) untuk anaknya agar kita menjadi seorang anak yang sukses • Bertemanlah dengan teman- teman yang memberikan hal positif Adapun cara menghilangkan malas belajar adalah diantaranya membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang,mengubah posisi duduk ketika membaca,berpindah dari ruang baca ke kamar atau cari tempat yang nyaman,menghirup udara yang segar dll.Salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam belajar adalah ketika sudah mulai mengantuk berhentib elajar sejenak atau cuci muka untuk menghilangkan rasa ngantuk.Adapun dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah adalah ,siswa tidak dapat mengerjakan ulangan atau tugas yang diberikan oleh guru disekolah sehingga mendapatkan nilai yang tidak bagus Salah satu pendapat dari anggota 1. Johan priyadin berpendapat malas belajar karena kondisi rumah yang kurang nyaman 2. Sumarsih berpendapat malas belajar karena tidak menguasai salah satu mata pelajaran 3. Wulan nurul oktaviani malas belajar adalah tidak semangat 4. Roy primansyah berpendapat malas belajar merupakan hal yang sulit dihilangkan Tahap pengakhiran Untuk tahap pengakhiran, pemimpin kelompok memberitahukan bahwa kegitan akan segera diakhiri karena waktu yang disepakati akan segera berakhir dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.Kemudian pemimpin kelompok meminta anggotanya untuk menyimpulkan hasil yang diperoleh pada kegiatan kelompok ini .Setelah itu dilanjutkan membahas penetapan waktu dan tempat perteuan selanjtnya.Dan terakhir,anggota tidak lupa diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan.Tidak lupa pemimpin kelompok mengucapkan terimaksish atas kesediaan anggota meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan kemudian berdoa bersama- sama. 2.Hasil yang diraskan oleh pemimpin kelompok Hasil yang diperoleh dari kegitan bimbingan kelompok ini adalah anggota dapat belajar mengemukakan pendapat dan tanggapannyasecara terbuka.Selain itu anggota juga dapat mengetahui bahwa sebenarnya bimbingan kelompok tidak hanya menasehati dan melarang ini itu,melainkan dapat membantu memberikan informasi ,menambah wawasan,bertukar pikir dan membahas topik yang menarik. a.Komunikasi Komunikasi antara anggota dan pemimpin kelompok berjalan dengan baik meskipun kadaang- kadang terkesan sering bercanda. b.Sarana/prasarana Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemimpin kelompok dalam kegiatan bimbingan ini meliputi tempat /ruang untuk kegiatan,recorder dan kaset,minuman dan makanan kecil. Tegal 14 april 2012 Mahasiswi Praktikan Siti pebrianti NPM:1110500144SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PRAKTIKUM BK PRIBADI SOSIAL Dosen Pengampu:RENIE TRI HERDIANI, SP.d Disusun oleh: Nama: Siti Pebrianti Kelas:4F NPM:1110500144 BIMBINGAN DAN KOSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASKTI TEGAL 2012 LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK BEBAS KEGIATAN Hari/tanggal :14 April 2012 Pertemuan ke :1(satu) Waktu :08.20-09.00 Tempat :kelas pendidikan Hasil :Hasil yang diperoleh dari pertemuan pertama kegiatan bimbingan kelompok ini adalah pembentukan rappotr antara siswa dengan pembimbing ,mengakrabkan anggota,setiap anggota mengemukakan topik yang ingin dibicarakan dan satu topik telah di bahas dan di berikan pendapat tentang topik yang dibahas. ANALISIS TUGAS 1.Praktek kegiatan Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ini berisikan empat tahap yaitu: Tahap pembentukan Pada tahap ini dilakukan perkenalan antar anggota dengan permainan rangkaian nama.Dalam kegiatan ini tempat duduk peserta juga diatur dengan membentuk lingkaran.Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan salam dan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota pada hari yang telah disepakati .Setelah berdoa,kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan: 1)Pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan secara kelompok untuk memberikan informasi guna membantu anggotanya dengan menyusun rencana dan keputusan yang tepat.Tujuannya adalah memberikan wawasan , pandangan dan pemahaman pada anggota terhadap topik yang dibahas.Selain itu,melatih anggota agar mampu berbicara didepan banyak orang,berani mengemukakan pendapat,saran,tanggapan didepan anggota lain. 2)Cara pelaksanaan Masing- masing anggota diminta secara sukarela untuk berbicara,mengeluarkan perasaan perasaannya,pendapat,saran dan tanggapannya dengan terbuka.Pada saat salah satu anggota sedang mengemukakan pendapatnya ,anggota yang lain mendengarkan dengan baik. 3)Asas yang perlu dilaksanakan • Asas kesukarelaan ,semua anggota dapat mengeluarkan pendapat dan tanggapannya secara sukarela dan spontan tanpa adanya paksaan. • Asas keterbukaan,anggota kelompok dapat mengutarakan perasaan – perasaan ,saran dan pensdapnya secara terbuka • Asas kenormatifan,Ketika ada anggota yang sedang berbicara,anggota yang lain mendengarkan. Tahap peralihan Pada tahap ini tidak ada keengganan pada masing- masing anggota karena mereka sudah saling mengenal anggota satu sama lain.Hal ini terlihat dari kesiapan anggota untuk segera memulai pada tahap kegiatan Tahap kegiatan Kegiata ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti.Karena ini merupakan topik bebas ,maka setiap anggota bebas mengemukakan topik yang ingin dibahas secara bergantian.Tetapi hampir semua siswa mengemukakan topik sulitnya bergaul dengan teman sekelas sehingga menyebabkan prasangka yang buruk antara satu dengan yang lainnya. Setelah para anggota selesai mengusulkan topik yang disampaikan ,kemudian pemimpin kelompok meminta anggota untuk memilih topik yang akan dibahas dan diuraikan jalan keluarnya terlebih dahulu .Semua anggota akhirnya sepakat untuk membahas Malas Dalam Belajar Isi bahasan • Memahami pengertian belajar • Cara agar tidak malas dalam belajar • Hal hal yang perlu diperhatikan dalam belajar • Dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu,tidak mengerti menjadi mengerti,tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukan perubahan perilakunya.Stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru tersebut,sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan belajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.. Agar tidak malas belajar • Ingat niat kita • Tujuan belajar • Ingat akan cita cita • Ingat ayah dan ibu berjuang (cari biaya) untuk anaknya agar kita menjadi seorang anak yang sukses • Bertemanlah dengan teman- teman yang memberikan hal positif Adapun cara menghilangkan malas belajar adalah diantaranya membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang,mengubah posisi duduk ketika membaca,berpindah dari ruang baca ke kamar atau cari tempat yang nyaman,menghirup udara yang segar dll.Salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam belajar adalah ketika sudah mulai mengantuk berhentib elajar sejenak atau cuci muka untuk menghilangkan rasa ngantuk.Adapun dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah adalah ,siswa tidak dapat mengerjakan ulangan atau tugas yang diberikan oleh guru disekolah sehingga mendapatkan nilai yang tidak bagus Salah satu pendapat dari anggota 1. Johan priyadin berpendapat malas belajar karena kondisi rumah yang kurang nyaman 2. Sumarsih berpendapat malas belajar karena tidak menguasai salah satu mata pelajaran 3. Wulan nurul oktaviani malas belajar adalah tidak semangat 4. Roy primansyah berpendapat malas belajar merupakan hal yang sulit dihilangkan Tahap pengakhiran Untuk tahap pengakhiran, pemimpin kelompok memberitahukan bahwa kegitan akan segera diakhiri karena waktu yang disepakati akan segera berakhir dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.Kemudian pemimpin kelompok meminta anggotanya untuk menyimpulkan hasil yang diperoleh pada kegiatan kelompok ini .Setelah itu dilanjutkan membahas penetapan waktu dan tempat perteuan selanjtnya.Dan terakhir,anggota tidak lupa diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan.Tidak lupa pemimpin kelompok mengucapkan terimaksish atas kesediaan anggota meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan kemudian berdoa bersama- sama. 2.Hasil yang diraskan oleh pemimpin kelompok Hasil yang diperoleh dari kegitan bimbingan kelompok ini adalah anggota dapat belajar mengemukakan pendapat dan tanggapannyasecara terbuka.Selain itu anggota juga dapat mengetahui bahwa sebenarnya bimbingan kelompok tidak hanya menasehati dan melarang ini itu,melainkan dapat membantu memberikan informasi ,menambah wawasan,bertukar pikir dan membahas topik yang menarik. a.Komunikasi Komunikasi antara anggota dan pemimpin kelompok berjalan dengan baik meskipun kadaang- kadang terkesan sering bercanda. b.Sarana/prasarana Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemimpin kelompok dalam kegiatan bimbingan ini meliputi tempat /ruang untuk kegiatan,recorder dan kaset,minuman dan makanan kecil. Tegal 14 april 2012 Mahasiswi Praktikan Siti pebrianti NPM:1110500144SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah PRAKTIKUM BK PRIBADI SOSIAL Dosen Pengampu:RENIE TRI HERDIANI, SP.d Disusun oleh: Nama: Siti Pebrianti Kelas:4F NPM:1110500144 BIMBINGAN DAN KOSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PANCASKTI TEGAL 2012 LAPORAN BIMBINGAN KELOMPOK TOPIK BEBAS KEGIATAN Hari/tanggal :14 April 2012 Pertemuan ke :1(satu) Waktu :08.20-09.00 Tempat :kelas pendidikan Hasil :Hasil yang diperoleh dari pertemuan pertama kegiatan bimbingan kelompok ini adalah pembentukan rappotr antara siswa dengan pembimbing ,mengakrabkan anggota,setiap anggota mengemukakan topik yang ingin dibicarakan dan satu topik telah di bahas dan di berikan pendapat tentang topik yang dibahas. ANALISIS TUGAS 1.Praktek kegiatan Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok ini berisikan empat tahap yaitu: Tahap pembentukan Pada tahap ini dilakukan perkenalan antar anggota dengan permainan rangkaian nama.Dalam kegiatan ini tempat duduk peserta juga diatur dengan membentuk lingkaran.Pemimpin kelompok membuka kegiatan dengan salam dan ucapan terimakasih atas kehadiran anggota pada hari yang telah disepakati .Setelah berdoa,kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan: 1)Pengertian dan tujuan bimbingan kelompok Bimbingan kelompok adalah bimbingan yang diberikan secara kelompok untuk memberikan informasi guna membantu anggotanya dengan menyusun rencana dan keputusan yang tepat.Tujuannya adalah memberikan wawasan , pandangan dan pemahaman pada anggota terhadap topik yang dibahas.Selain itu,melatih anggota agar mampu berbicara didepan banyak orang,berani mengemukakan pendapat,saran,tanggapan didepan anggota lain. 2)Cara pelaksanaan Masing- masing anggota diminta secara sukarela untuk berbicara,mengeluarkan perasaan perasaannya,pendapat,saran dan tanggapannya dengan terbuka.Pada saat salah satu anggota sedang mengemukakan pendapatnya ,anggota yang lain mendengarkan dengan baik. 3)Asas yang perlu dilaksanakan • Asas kesukarelaan ,semua anggota dapat mengeluarkan pendapat dan tanggapannya secara sukarela dan spontan tanpa adanya paksaan. • Asas keterbukaan,anggota kelompok dapat mengutarakan perasaan – perasaan ,saran dan pensdapnya secara terbuka • Asas kenormatifan,Ketika ada anggota yang sedang berbicara,anggota yang lain mendengarkan. Tahap peralihan Pada tahap ini tidak ada keengganan pada masing- masing anggota karena mereka sudah saling mengenal anggota satu sama lain.Hal ini terlihat dari kesiapan anggota untuk segera memulai pada tahap kegiatan Tahap kegiatan Kegiata ini berjalan dengan baik dan tidak ada kendala yang cukup berarti.Karena ini merupakan topik bebas ,maka setiap anggota bebas mengemukakan topik yang ingin dibahas secara bergantian.Tetapi hampir semua siswa mengemukakan topik sulitnya bergaul dengan teman sekelas sehingga menyebabkan prasangka yang buruk antara satu dengan yang lainnya. Setelah para anggota selesai mengusulkan topik yang disampaikan ,kemudian pemimpin kelompok meminta anggota untuk memilih topik yang akan dibahas dan diuraikan jalan keluarnya terlebih dahulu .Semua anggota akhirnya sepakat untuk membahas Malas Dalam Belajar Isi bahasan • Memahami pengertian belajar • Cara agar tidak malas dalam belajar • Hal hal yang perlu diperhatikan dalam belajar • Dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu,tidak mengerti menjadi mengerti,tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukan perubahan perilakunya.Stimulus adalah apa saja yang diberikan oleh guru tersebut,sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan belajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut.. Agar tidak malas belajar • Ingat niat kita • Tujuan belajar • Ingat akan cita cita • Ingat ayah dan ibu berjuang (cari biaya) untuk anaknya agar kita menjadi seorang anak yang sukses • Bertemanlah dengan teman- teman yang memberikan hal positif Adapun cara menghilangkan malas belajar adalah diantaranya membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang,mengubah posisi duduk ketika membaca,berpindah dari ruang baca ke kamar atau cari tempat yang nyaman,menghirup udara yang segar dll.Salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam belajar adalah ketika sudah mulai mengantuk berhentib elajar sejenak atau cuci muka untuk menghilangkan rasa ngantuk.Adapun dampak jika tidak belajar ketika ada ulangan di sekolah adalah ,siswa tidak dapat mengerjakan ulangan atau tugas yang diberikan oleh guru disekolah sehingga mendapatkan nilai yang tidak bagus Salah satu pendapat dari anggota 1. Johan priyadin berpendapat malas belajar karena kondisi rumah yang kurang nyaman 2. Sumarsih berpendapat malas belajar karena tidak menguasai salah satu mata pelajaran 3. Wulan nurul oktaviani malas belajar adalah tidak semangat 4. Roy primansyah berpendapat malas belajar merupakan hal yang sulit dihilangkan Tahap pengakhiran Untuk tahap pengakhiran, pemimpin kelompok memberitahukan bahwa kegitan akan segera diakhiri karena waktu yang disepakati akan segera berakhir dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.Kemudian pemimpin kelompok meminta anggotanya untuk menyimpulkan hasil yang diperoleh pada kegiatan kelompok ini .Setelah itu dilanjutkan membahas penetapan waktu dan tempat perteuan selanjtnya.Dan terakhir,anggota tidak lupa diminta untuk mengungkapkan pesan dan kesan.Tidak lupa pemimpin kelompok mengucapkan terimaksish atas kesediaan anggota meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dan kemudian berdoa bersama- sama. 2.Hasil yang diraskan oleh pemimpin kelompok Hasil yang diperoleh dari kegitan bimbingan kelompok ini adalah anggota dapat belajar mengemukakan pendapat dan tanggapannyasecara terbuka.Selain itu anggota juga dapat mengetahui bahwa sebenarnya bimbingan kelompok tidak hanya menasehati dan melarang ini itu,melainkan dapat membantu memberikan informasi ,menambah wawasan,bertukar pikir dan membahas topik yang menarik. a.Komunikasi Komunikasi antara anggota dan pemimpin kelompok berjalan dengan baik meskipun kadaang- kadang terkesan sering bercanda. b.Sarana/prasarana Sarana dan prasarana yang disiapkan oleh pemimpin kelompok dalam kegiatan bimbingan ini meliputi tempat /ruang untuk kegiatan,recorder dan kaset,minuman dan makanan kecil. Tegal 14 april 2012 Mahasiswi Praktikan Siti pebrianti NPM:1110500144
Langganan:
Postingan (Atom)